Sabtu, 02 Januari 2010

http://warnadunia.com/multimedia-dalam-quantum-teaching-dan-quantum-learning/

MULTIMEDIA DALAM QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING

12 January 2009

Ketika kita membahas tentang efektivitas pembelajaran, maka quantum teaching dan quantum leraning adalah topik yang akan selalu hangat.

Dimulai pada musim panas, Juli 1982. Enampuluh empat anak muda berkumpul di perkemahan yang digelar di Kirkwood Ski Resort, di dekat Danau Tahoe, California. Mereka ada di sana bukan untuk sekadar bersenang-senang, melainkan untuk mengikuti program belajar efektif. Bobbi DePorter dan Eric Jensen sedang menjelaskan metode belajar baru yang diramu dari berbagai penemuan ilmiah kepada peserta perkemahan.

Ada tiga ketrampilan dasar yang mereka ajarkan dalam perkemahan yang kemudian dijuluki SuperCamp itu, yakni ketrampilan akademis, prestasi fisik, dan ketrampilan hidup. Hasilnya demikian impresif. Setelah mengikuti perkemahan selama sepuluh hari, motivasi belajar peserta meningkat, nilai belajar di sekolah semakin tinggi, mereka lebih percaya diri, harga diri meningkat, dan ketrampilan belajar pun berkembang.

Dari sukses itulah, kegiatan SuperCamp kemudian diadakan di berbagai tempat melalui Learning Forum, yang pada tahun ini tepat berusia 20 tahun. Learning Forum didirikan oleh DePorter bersama Jensen, namun kemudian Jensen keluar dan posisinya digantikan oleh Joe Chapon. Dalam waktu dua dekade ini SuperCamp telah meluluskan lebih dari 25 ribu peserta dalam kegiatan yang diadakan di 50 negara bagian AS dan 70 negara lain.

Programnya pun berkembang dengan peserta berusia 9-24 tahun dan menghabiskan 8-10 hari di perkemahan. Teknik-teknik yang dipelajari juga kian inovatif, seperti teknik membaca kuantum, teknik menulis cepat dan tepat, memecahkan masalah secara kreatif, strategi belajar di perguruan tinggi, teknik mengingat, teknik menguasai matematika, dan ketrampilan hidup. DePorter menamai temuannya ini Quantum Learning –meminjam istilah dalam fisika, kuantum, dan menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki manusia itu ibarat kuantum yang dapat diubah menjadi energi yang dahsyat.

Pemaknaan Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan.

Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan.

Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.

“Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992)

Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.” Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang “secara fisik adalah materi”. “Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya”. Pada kaitan inilah, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Termasuk konsep-konsep kunci dari teori dan strategi belajar, seperti: teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan.

Beberapa hal yang penting dicatat dalam quantum learning adalah sebagai berikut. Para siswa dikenali tentang “kekuatan pikiran” yang tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak manusia mempunyai potensi yang sama dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan tentang bukti fisik dan ilmiah yang memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses belajar itu mirip bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yang seperti spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan “cara yang menyenangkan dan bebas stres”. Bagaimana faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan “kegembiraan dan tepukan.”

Berdasarkan penjelasan mengenai apa dan bagaimana unsur-unsur dan struktur otak manusia bekerja, dibuat model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi. Bagaimana mengembangkan fungsi motor sensorik (melalui kontak langsung dengan lingkungan), sistem emosional-kognitif (melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita), dan kecerdasan yang lebih tinggi (melalui perawatan yang benar dan pengondisian emosional yang sehat). Bagaimana memanfaatkan cara berpikir dua belahan otak “kiri dan kanan”. Proses berpikir otak kiri (yang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasional), misalnya, dikenakan dengan proses pembelajaran melalui tugas-tugas teratur yang bersifat ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detil dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Proses berpikir otak kanan (yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik), dikenakan dengan proses pembelajaran yang terkait dengan pengetahuan nonverbal (seperti perasaan dan emosi), kesadaran akan perasaan tertentu (merasakan kehadiran orang atau suatu benda), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.

Semua itu, pada akhirnya, tertuju pada proses belajar yang menargetkan tumbuhnya “emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri.” Keempat unsur ini bila digambarkan saling terkait. Dari kehormatan diri, misalnya, terdorong emosi positif yang mengembangkan kekuatan otak, dan menghasilkan keberhasilan, lalu (balik lagi) kepada penciptaan kehormatan diri.

Dari proses inilah, quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif. Membuat simulasi konsep belajar aktif dengan gambaran kegiatan seperti: “belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda, mengupayakan agar segalanya terlaksana, bersandar pada kehidupan.” Gambaran ini disandingkan dengan konsep belajar pasif yang terdiri dari: “tidak dapat melihat adanya potensi belajar, mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar, membiarkan segalanya terjadi, menarik diri dari kehidupan.”

Dalam kaitan itu pula, antara lain, quantum learning mengonsep tentang “menata pentas: lingkungan belajar yang tepat.” Penataan lingkungan ditujukan kepada upaya membangun dan mempertahankan sikap positif. Sikap positif merupakan aset penting untuk belajar. Peserta didik quantum dikondisikan ke dalam lingkungan belajar yang optimal baik secara fisik maupun mental. Dengan mengatur lingkungan belajar demikian rupa, para pelajar diharapkan mendapat langkah pertama yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar.

Penataan lingkungan belajar ini dibagi dua yaitu: lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro ialah tempat peserta didik melakukan proses belajar (bekerja dan berkreasi). Quantum learning menekankan penataan cahaya, musik, dan desain ruang, karena semua itu dinilai mempengaruhi peserta didik dalam menerima, menyerap, dan mengolah informasi. Ini tampaknya yang menjadi kekuatan orisinalitas quantum learning. Akan tetapi, dalam kaitan pengajaran umumnya di ruang-ruang pendidikan di Indonesia, lebih baik memfokuskan perhatian kepada penataan lingkungan formal dan terstruktur seperti: meja, kursi, tempat khusus, dan tempat belajar yang teratur. Target penataannya ialah menciptakan suasana yang menimbulkan kenyamanan dan rasa santai. Keadaan santai mendorong siswa untuk dapat berkonsentrasi dengan sangat baik dan mampu belajar dengan sangat mudah. Keadaan tegang menghambat aliran darah dan proses otak bekerja serta akhirnya konsentrasi siswa.

Lingkungan makro ialah “dunia yang luas.” Peserta didik diminta untuk menciptakan ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta untuk memperluas lingkup pengaruh dan kekuatan pribadi, berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya. “Semakin siswa berinteraksi dengan lingkungan, semakin mahir mengatasi sistuasi-situasi yang menantang dan semakin mudah Anda mempelajari informasi baru,” tulis Porter. Setiap siswa diminta berhubungan secara aktif dan mendapat rangsangan baru dalam lingkungan masyarakat, agar mereka mendapat pengalaman membangun gudang penyimpanan pengertahuan pribadi. Selain itu, berinteraksi dengan masyarakat juga berarti mengambil peluang-peluang yang akan datang, dan menciptakan peluang jika tidak ada, dengan catatan terlibat aktif di dalam tiap proses interaksi tersebut (untuk belajar lebih banyak mengenai sesuatu). Pada akhirnya, interaksi ini diperlukan untuk mengenalkan siswa kepada kesiapan diri dalam melakukan perubahan. Mereka tidak boleh terbenam dengan situasi status quo yang diciptakan di dalam lingkungan mikro. Mereka diminta untuk melebarkan lingkungan belajar ke arah sesuatu yang baru. Pengalaman mendapatkan sesuatu yang baru akan memperluas “zona aman, nyaman dan merasa dihargai” dari siswa.

Keterkaitan dengan media pembelajaran
Teknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalarn pembelajaran. Banyak orang percaya bahwa multimedia akan dapat membawa kita kepada situasi belajar dimana learning with effort akan dapat digantikan dengan learning with fun. Apalagi dalam pembelajaran orang dewasa, learning with effort menjadi hal yang cukup menyulitkan untuk dilaksanakan karena berbagai faktor pembatas, seperti kemauan berusaha, mudah bosan dll. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan menjadi pilihan para guru/fasilitator. Jika situasi belajar seperti ini tidak tercipta, paling tidak multimedia dapat membuat belajar lebih efektif menurut pendapat beberapa pengajar.

Pada saat ini kita semua memahami bahwa proses belajar dipandang sebagai proses yang aktif dan partisipatif, konstruktif, kumulatif, dan berorientasi pada tujuan pembelajaran, baik Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) maupun Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) untuk mencapai kompetensi tertentu.

SMK yang sudah mapan pada umumnya menggunakan teknologi multimedia di dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pada beberapa tahun lalu yang masih menggunakan Overhead Projector (OHP) dan menggunakan media Overhead Transparancy (OHT), pada saat ini menjadi tidak mode dan mulai ditinggalkan. Beberapa kelebihan multimedia seperti tidak perlu pencetakan hard copy dan dapat dibuat/diedit pada saat mengajar menjadi hal yang memudahkan guru dalam penyampaian materinya. Berbagai variasi tampilan/visual bahkan audio mulai dicoba seperti animasi bergerak, potongan video, rekaman audio, paduan warna dll dibuat untuk mendapatkan sarana bantu mengajar yang sebaik-baiknya. Bahkan pada beberapa kesempatan telah diadakan ToT Multimedia dan juga In House Training

Pembelajaran yang Efektif

Sejauh ini multimedia mampu mengubah pembelajaran secara drastis dan fundamental. Namun pertanyaannya adalah, kapan multimedia efektif digunakan dalam proses pembelajaran peserta diktat ? dan mengapa efektif ?

Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas, kita harus merniliki pemahaman yang menyeluruh tentang multimedia. Ketika membahas multimedia, biasanya yang kita maksudkan adalah gabungan alat-alat teknik seperti komputer, memori elektronik, jaringan informasi, dan alat-alat display yang dapat menyajikan informasi melalui berbagai format seperti teks, gambar nyata atau grafik dan melalui multi saluran sensorik. Hal ini analog dengan pernikiran jika kita menganggap komputer sebagai mesin tik misalnya. Padahal komputer jelas-jelas merniliki berbagai fungsi dan manfaat yang lebih banyak dibanding mesin tik manual.

Beberapa kesalahan konsep mengenai multimedia dapat diringkas sebagai berikut :

1.Sebagian besar pengguna teknologi multi media masih menganggap multi media hanya sebagai alat penampil suatu materi yang akan disampaikan

2.Multimedia dipandang sebagai wahana yang selalu memberikan dampak positif pada pembelajaran.

3.Karena multimedia memanfaatkan banyak ragam media (audio, visual, animasi gerak, dll) maka serta merta akan menghasilkan proses kognitif yang banyak pula. Dengan bahasa sederhana dikatakan bahwa dengan memberikan banyak hal (teks, gambar, animasi, dll.) maka peserta didik akan mendapatkan lebih banyak.

Kembali pada topik terkemuka, sebelum kita mencari jawaban atas pertanyaan di atas hendaknya kita memaharni level-level pada multimedia. Secara keseluruhan, multimedia terdiri dari tiga level (Mayer, 2001) yaitu :

1.Level teknis, yaitu multimedia berkaitan dengan alat-alat teknis ; alat-alat ini dapat diartikan sebagai wahana yang meliputi tanda-tanda (signs).

2.Level semiotik, yaitu representasi hasil multimedia seperti teks, gambar, grafik, tabel, dll.

3.Level sensorik, yaitu yang berkaitan dengan saluran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs).

Dengan memanfaatkan ketiga level di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan multimedia dan mendapatkan efektifitas pemanfaatan multimedia pada proses pembelajaran.

Berikut ini dipaparkan hasil-hasil penelitian berkaitan dengan pemanfaatan multimedia. Pengaruh multimedia dalam pembelajaran menurut YG Harto Pramono antara lain :

a.Multi bentuk representasi

b.Animasi

c.Multi saluran sensorik

d.Pembelajaran non-linearitas

e.Interaktivitas.

1.Multi Bentuk Representasi

Yang dimaksud dengan multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar nyata, atau grafik. Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multi bentuk representasi, informasi/materi pengajaran melalui teks dapat diingat dengan baik jika disertai dengan gambar. Hal ini dijelaskan dengan dual coding theory (Paivio, 1986). Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dua sub sistem : sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal (kecuali untuk materi yang bersifat kongkrit), sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem verbal. Jadi dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh karena adanya dual coding dalam memori (bandingkan dengan single coding).

Seseorang yang membaca/memahami teks yang disertai gambar, aktifitas yang dilakukannya yaitu : memilih informasi yang relevan dari teks, membentuk representasi proporsi berdasarkan teks tersebut, dan kemudian mengorganisasi informasi verbal yang diperoleh ke dalam mental model verbal.

Demikian juga ia memilih informasi yang relevan dari gambar, lalu membentuk image, dan mengorganisasi informasi visual yang dipilih ke dalam mental mode visual. Tahap terakhir adalah menghubungkan ‘model’ yang dibentuk dari teks dengan model yang dibentuk dari gambar .Model ini kemudian dapat menjelaskan mengapa gambar dalam teks dapat menunjang memori dan pemahaman peserta didik.

Fitur penting lain dalam multimedia adalah animasi. Berbagai fungsi animasi antara lain : untuk mengarahkan perhatian peserta diklat pada aspek penting dari materi yang sedang dipelajari (tetapi awas, animasi dapat juga mengalihkan perhatian peserta dari topik utama), Menurut Schnotz dan Bannert (2003), pemahaman melalui teks dan gambar dapat mendukung pembentukan mental model melalui berbagai route (yang juga ditunjang oleh latar belakang pengetahuan sebelurnnya atau prior knowledge).

Menurut model ini, gambar dapat menggantikan teks dan demikian pula sebaliknya. Model ini dapat juga menjelaskan perbedaan tiap-tiap individu dalam belajar menggunakan multimedia Beberapa hasil penelitian menunjukkan peserta diklat yang memiliki latar belakang pengetahuan sebelurnnya (prior knowledge) tinggi tidak memperoleh banyak keuntungan dengan adanya gambar pada teks, sedangkan peserta diklat dengan prior knowledge rendang sangat terbantu dengan adanya gambar pada teks.

Berarti bagi guru/fasilitator cukup jelas kapan menggunakan gambar pada teks dan kapan tidak menggunakannya. Tetapi perlu diingat juga bahwa pada dasarnya gambar sebagai penunjang penjelasan substansi materi yang tertera pada teks, jadi jangan sekali-sekali porsi gambar melebihi teks yang ada. Juga gambar harus relevan dan berkaitan dengan narasi pada teks.

2.Animasi

Menurut Reiber (1994) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta diklat jika digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya anirnasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika peserta diklat banya akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan. Berdasarkan penelitian, peserta diklat yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan bantuan, salah satunya animasi, untuk menangkap konsep materi yang disampaikan.

3.Multi Saluran Sensorik

Dengan penggunaan multimedia, peserta diklat sangat dimungkinkan mendapatkan berbagai variasi pemaparan materi. Atau sebaliknya guru/fasilitator dapat menggunakan berbagai saluran sensorik yang tersedia pada media tersebut. Dengan penggunaan multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan visual. Menurut basil penelitian, pemerolehan pengetahuan melalui teks yang menggunakan gambar disertai animasi, basil belajar peserta akan lebih baik jika teks disajikan dalam bentuk auditif dari pada visual.

4.Pembelajaran Non Linear

Pembelajaran non linear dirnaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan materi-materi dari guru/widyaiswara, tetapi peserta diklat hendaknya menambah pengetahuan dan ketrampilan dari berbagai somber ekstemal seperti narasumber di lapangan, studi literatur dari beberapa perpustakaan, situs internet, dan sumber-sumber lain yang relevan dan menunjang peningkatan diri. Berdasarkan suatu penelitian dikatakan bahwa tingkat pemahaman dengan sistem pembelajaran non linear merniliki hasil yang lebih baik dibanding peserta diktat mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan hanya dari fasilitator. Jadi tugas guru/fasilitator untuk dapat merangsang dan menciptakan suatu kondisi semangat menambah ilmu para peserta diklat dari berbagai sumber lain.

5.Interaktivitas

Interaktivitas disini diterjermahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang digunakan, yakni multimedia. Karena kelebihan yang dimiliki multimedia, memungkinkan bagi siapapun (guru/fasilitator dan peserta diklat) untuk eksplore dengan memanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Permasalahannya tinggal bagaimana aktivitas behavioristik terhadap multimedia memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak (guru & peserta).

Siswa yang buta dan rabun

“COBALAH INI. Tutup matamu selama satu jam –jika kamu bisa! Dan hanya mendengar suara. Itu merupakan tantangan terbesar. Suara. Saya membutuhkannya untuk mendapatkan informasi. Tapi sebaiknya memilih suara yang baik. Tidak mudah.”

-Sarah- Lynne Neb, siswa berusia 16 tahun-

Kesalahpahaman mengenai kebutaan dan rabun

1. Orang buta tidak dapat melihat semua

Hanya sebagian kecil persentase menuryt hukum orang buta yang sama sekali tidak dapat melihat. Mayoritas orang buta dapat memanfaatkan sejumlah fungsi penglihatannya.

2. Menurut hukum, orang buta menggunakan Braille sebagai metode utama untuk membaca

Mayoritas menggunakan cetak –sering kali menggunakan tipe yang besar- sebagai sumber utama untuk membaca. Kecenderungan yang meningkat diantara orang buta yang tidak bisa melihat cetak untuk menggunakan teknologi audio –rekaman dab perubahan cetak lainnya- lebih baik dibandingkan Braille.

3. Perasaan lebih memungkinkan orang buta untuk mendeteksi rintangan

Orang buta tidak memiliki perasaan lebih tapi sering timbul kepekaan yang kuat terhadap objek yang dekat terutama jika mereka memiliki kemampuan mendengar.

4. Orang buta secara otomatis timbul ketajaman yang lebih kuat terhadap perasaan yang lain

Dimulai dengan konsentrasi dan perhatian, orang buta sering belajar untuk membuat lebih baik lagi memilih perasaaan yang mereka dapat. Ini tidak otomatis, tapi agak sulit, menunjukkan menggunakan yang lebih baik untuk mendapatkan sensasi.

5. Jika murid yang rabun menggunakan matanya terlalu banyak, penglihatan mereka akan memburuk

Kondisi seperti ini jarang yang tepat; kemampuan memilih pemakaian lensa yang kuat, seperti menutup buku dimata dan menggunakan mata yang tidak mengganggu penglihatan.

6. Anak yang buta otomatis menjadi pendengar yang baik

Pendengar yang baik adalah terutama mempunyai keahlian untuk mempelajarinya walaupun banyak orang buta timbul melalui kemampuan mendengar yang baik, itu menghasilkan usaha karena mengandalkan kemampuan ini untuk mendapatkan banyak informasi.

7. Melatih anak pada teknik gerakan sebaiknya menunggu sampai anak itu di sekolah dasar atau SMP

Ada pepatah yang mengatakan “lebih cepat lebih baik” berlaku pada anak buta seperti mudah untk penglihatan tajam mereka. Tetap menggunakan tongkat pada usia muda memperlihatkan keuntungan.

8. Melihat dengan mata anjing diambil orang buta ketika mereka ingin berpergian

Sebenarnya istilah pemandu anjing (atau anjing pemandu) itu tidak seperti “mengantar” orang buta kemanapun yang ia inginkan; orang harus pertama-tama tahu kemana ia ingin pergi. Anjing terutama melindungi diri dari bahaya didaerah yang penuh rintangan.

9. Menggunakan tongkat yang panjang merupakan cara yang sederhana dan alami.

Tugas ini tidak sederhana. Ini mwmpunyai kekhususan tidak hanya untuk menggunkan tongkat tapi merupakan peralatan yang baik.

Pengertian Kebutaan

Menurut hukum di kanada menetapkan jarak ketajaman orang buta adalah 6/60 m atau 20/200 kaki atau kurang dari mata terbaik setelah melakukan perbaikan terbaik yang didapatkan. Itu berarti orang harus berada pada 6 meter atau kurang dari melihat objek seperti normalnya pada jarak 6 meter. Siapapun orang visuil tetap mengurangi sudut 20% atau kurang dari luas diameter juga menurut hukum orang buta. (biasanya penglihatan orang mempunyai luas visuil 180 derajat). Sebagian penglihatan orang mempunyai jarak ketajaman sebesar 6/13 atau jurang dari mata terbaik. Ini penting untuk mengaki bahwa seseorang dengan jarak ketajaman 6/60 mungkin dapat membaca, atau melihat, cetak. Buta total yaitu ketidakmampuan untuk melihat apapun secara keseluruhan yang sebenarnya luar biasa.

Klasifikasi bisanya diberikan menurut:

Mendekati penglihatan normal. Individu ini dapat difungsikan tanpa latihan khusus, tapi dapat digunakan dengan memeperbaiki lensa.

Perusakan fungsi moderat. Orang dengan kelompok ini memerlukan bantuan khusus dan pencahayaan.

Penurunan di fungsi penglihatan. Wilayah moderat hilang. Orang dengan kecacatan ini mungkin memenuhi syarat untuk layanan khusus seperti orang buta.

Penglihatan lemah. Setelah perbaikan pun, penglihatan tetap rendah dibanding normal, meskipun perbaikan biasanya banyak membantu.

Fungsi penglihatan yang lemah dan mungkin pusat penglihatan yang lemah ditandai dengan kehilangan wilayah penglihatan. Untuk kondisi seperti ini, perbaikan yang standar adalah sedikit atau tidak bermanfaat sama sekali. Biasanya pertolongan membaca yang kuat dan teknologi malahan dibutuhkan.

Buta. Total wilayah yang kehilangan sama dengan total kehilangan. Dalam kasus yang sama, membedakan anatara terang dan gelap.

Beberapa macam penyebab kebutaan

Pengaruh retina: retina dapat menjadi terpisah karena luka atau penyakit. Itu membuat ketidakmampuan menerima gambar.

Retinoblasma: lebih dikenal sebagai penyakit keturunan yang disebabakan karena tumor ganas. Perawatannya biasanya membutuhkan kemoterapi dan langkah perlindungan mata lokal. Berdasarkan Institut Kanker Ontario, mayoritas mata dapat diselamatkan. Institute ini menganjurkan penyuluhan geneyik yang melibatkan keluarga. Retinopathy of Prematurithy (dahulu dikenal sebagai Retlorental Fibroplasias): kondisi ini terjadi pada bayi yang tidak dilindungi dengan baik dibandingkan dengan konsentrasi normal oksigen sesudah lahir.

Rubela: sindrom ini terjadi akibat hasil dari infeksi rubela keibuan pada waktu bulan pertama kehamilan.

Sympathetic ophthalmia: ketika terjadi luka akibat tusukan benda tajam disalah satu mata, mata yang lainnya akan refleks dengan karakteristik yang sama pada mata orang yang mendapat luka.

Beberapa tipe penyebab kerabunan

Albinism: lebih dikenal sebagai penyakit keturunan karena mata sensitive terhadap cahaya. Pencahayaan yang rendah dibutuhkan dan warna kaca mata biasanya menentukan.

Astigmatisme: cacat ini diakibatkan karena kesalahan pembiasan gambar menjadi kabur dan biasanya perbedaan penglihatan melemah. Kaca mata sangat menentukan, biasanya dengan hasil positif. Penerangan yang bagus biasanya juga menentukan.

Katarak: lensa yang manasaja tidak tembus cahaya disebut katarak. Keadaan seperti itu diakibatkan wilayah kosong saat melihat . Percaya pada keadaan alami tidak tembus cahaya, penyesuaian diri terhadap cahaya biasanya penting.

Colour deficiency (atau disebut buta warna): ketidakmampuan untuk membedakan warna. Banyak pria dibanding wanita yang menderita ini.

Hyperopia: mata hyperopia adalah penglihatan yang jauh. Siswa dengan kondisi seperti ini biasanya fungsinya baus pada saat kegiatan sehari-hari tapi ketika membaca dan kerja yang dekat lainnya sulit dan membosankan.

Monocular degeneration: wilayah pusat penglihatan kabur disebabkan sebagian besar bagian hilang. Beberapa penglihatan sekeliling biasanya sisa tapi dengan batas kekuatan.

Monocular vision: karena penyakit, kecelakaan atau kerusakan, orang kehilangan dengan hanya satu mata untuk melihat.

Myopia: mata miopi adalah penglihatan dekat, jarak penglihatan kabur menyebabkan aktifitas diluar menjadi sangat sulit. Siswa dengan kondisi ini lebih nyaman untuk membaca dari pada pekerjaan didalam ruangan lainnya.

Nystagmus: pergerakan tanpa disengaja dari bola mata menyebabkan masalah ini membuat focus dan perasaan yang mendalam.

Optic atrophy: syaraf optic memungkinkan kerusakan permanen yang mampu membawa gambar bersih ke otak tersebut mungkin memiliki wilayah terbatas untuk melihat. Kelakuan penglihatan mungkin tak tepat.

Peripheral vision: kemampuan ini hanya melihat kegiatan dan objek diluar mengatur batas penglihatan. Karena kerusakan pusat penglihatan, siswa mungkin harus memiringkan kepala atau mengangkat atau menurunkan matanya untuk perintah membaca.

Retinitis pigmentosa: pigmen menumpuk di retina diakibatkan kehilangan sekeliling wilayah hasil terowongan penglihatan. Kesulitas utama terjadi di cahaya yang suram. Penerangan yang baik sangat dibutuhkan.

Strabigmus: ketidak seimbangan otot mata akibat kerusakan kedua mata untuk focus pada objek yang sama. Mata dapat melintasi atau mata menyimpang kearah atas atau kearah bawah. Pengobatan cepat adalah sangat penting atau “mata malas” (amblyopia) dapat terjadi.

Tunnel vision: wilayah penglihatan yang diturunkan pada penglihatan anak-anak saja langsung didepan. Itu membuat penglihatan gambar menjadi sama pada penglihatan lainnya. Ketika melihat dimulai dari pembuluh atau jerami. Ini sama sekali merusak pergerakan seseorang dan pengumpul informasi dari lingkungan.

Beberapa Pembicaraan di Lapangan

· Barangkali permasalahan yang paling penting untuk orang buta dan rabun adalah berhasil menyesuaikan diri didunia yang luas. Penyesuaian diri ini disebutkan untuk gerakan dan kepekaan terhadap lingkungan yang alami pada penglihatan seseorang tapi tidak bisa semua orang buta, kekuatan hidup, pendidikan, dan waktu, setia pada persoalan ini, terutama ketika mereka muda. Pada waktu yang sama, karena mereka orang yang normal jadi setiap saat mereka menghormati, orang buta tentu saja berharap untuk hidup di dunia dengan penuh ketenangan. Perjanjian besar terutama dari pertukaran social diantara orang buta dan saling memberikan kenyamanan, kecocokan, dan berhasil bergaul.

· Kerusakan individu dan keluarga memerlukan pemeriksaan penglihatan teratur yang berkelanjutan perlu perhatian dari ahli perawatan kesehatan dan pendidik. Bayi yang masih kecil yang berusia 3 bulan sekarang dapat mencoba dengan ketepatan yang sungguh-sungguh. Ahli pemeriksa mata mendorong kepada semua anak untuk pemeriksaan segera sejak usia 3 tahun dan kemudian kembali memeriksakannya pada saat penerimaan sekolah. Ini dikarenaka banyak masalah penglihatan terjadi jika membuat respon dengan segera. Ini juga penting untuk memulai belajar penglihatan efisien dengan segera, jika ketajamn penglihatan berkurang atau menjadi lemah. Percobaan adalah teristimewa pentingnya jika susunan keluarga mempunyai masalah seperti strabismus, katarak, dan lain-lain. Meskipun secara logika san pendapat bersemangat dari para pendidik dan para ahli kesehatan, tanggapan dari keluarga dan yuridiksi pendidik yang membutuhkan untuk segera dan teratur dari pemeriksaan mata, sangat mengherankan, cenderung menurun dan biaya uang terbatas dengan pemeriksaan yang mana bisa memimpin.

· Belajar memperlakukan orang cacat seperti masalah penglihatan tidak luar biasa dipertengahan 1970-an dan hanya beberapa sisa yang bertahan sampai sekarang, sekalipun bukti-bukti hubungan sangat sulit untuk didapat. Murid menganggap pembelajaran orang cacat sebaiknya selalu memeriksakan mata dia, tapi hanya untuk menentukan apakah akademiknya sulit sebab dari pengliharan yang lemah, tidak ditemukan hubungan penglihatan untuk pembelajaran kecacatan.

Beberapa Implikasi Pendidikan dari Kebutuhan Penglihatan Khusus

· Bukti empiris menganjurkan di dalam ruang kelas, terutama diantara siswa yang masih kecil, kemampuan kognitif pada orang buta dan rabun cenderung menjadi lebih lambat dibandingkan normalnya. Ini adalah bantuan yang bagus untuk melihat, tetapi, ini nyatanya ketinggalan banyak berhutang untuk membedakan pembelajaran pengalaman dini cukup dibanding banyak yang menjadi sifat perbedaan intelektual. Anak buta benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk mengalami beberapa hal dari anak yang rabun.

· Ini sulit untuk siswa dengan masalah penglihtan yang serius untuk menjadi peta spasial dilingkungannya. Tetapi, ini mungkin menjadi konsep tempat dengan indera lainnya, seperti catatan waktu uang membawa untuk berjalan dengan beberapa jalan, atau merasa dimensinya antar objek. Karena jumlah informasi dapat di bawa di suatu waktu adalah terbatas, proses ini dapat dimengerti dengan lama. Fakta ini membuat waktu untuk memperoleh pelajaran adalah faktor penting –seperti dengan hampir semua siswa dengan keluar biasannya.

· Untuk siswa yang tidak dapat melihat, atau penglihatan yang lemah, ini sering sulit untuk dimengerti konsep abstrak tanpa bantuan materi yang konkret. Begitu juga murid lainnya, akan mendapat manfaat dari model 3 dimensi, peta gambar timbul yang besar dan globe, memainkan permainan dan materi-materi.

· Siswa yang buta dan rabun sering berlebihan melindungi dari orang dewasa di kehidupannya dan memperlakukan teman-temannya secara halus dengan berlebihan. Meskipun ini bukan respon yang tidak alami, ini penting untuk kebebasan mengemukakan dan tujuan yang berkelanjutan di pendidikan untuk siswa yang mempunyai masalah penglihatan. Membantu perkembangan untuk kebebasan memanggil yang sering dan keputusan yang adil dari guru.

· Siswa yang buta harus belajar bersosialisasi dan kemampuan berkomunikasi yang banyak. Orang rabun belajar dengan alami (setidaknya di beberapa waktu). Sebagian besar budaya, sebagai contoh, memberikan kepentingan yang besar untuk apakah atau tidak pembicara melihat ke pendengar, dan banyak pengacara untuk orang buta berkeinginan kebiasaan ini di pelajari. Tetapi, beberapa menyebutnya kemampuan alami yang sangat sulit untuk di pelajari. Sebagai contoh, orang buta mencoba menggunakannya secara terus-menerus –sekalipun hati kecilnya membutuhkan banyak waktu- system komunikasi yang biasa disebut ‘bahasa tubuh’: penting menandai indikasi respon seperti, penguatan, antusiasme, kesegaran, pertentangan, kegelisahan, dan lain-lain. Bahasa tubuh demikian memungkinkan untuk memberikan tanda kepada pembicara untuk menemukan kebutuhan untuk mengubah keterangan berkomunikasi. Kadang pun lebih penting, bahasa tubuh yang menunjukkan apakah atau tidak komunikasi terselesaikan –atau harus!. Untuk alasan yang nyata, itu juga maksud bahasa tubuh dan mengharapkan mendapatkannya dengan damai.

· Sedikit orang yang dapat mengetahui dunia melalui penglihatan, lebih penting menjadi dia yang pendengar yang baik meskipun itu memberikan asumsi di masa lalu bahwa kemampuan mendengar yang baik otomatis menjadi konsekuensi dari kehilangan penglihatan, sekarang tahu bahwa kemampuan tersebut harus dipelajari.

· Ahli penyaluran yang masih awal harus terutama disadari fakta banyak anak tidak mengetahui masalah penglihatan jika mereka memilikinya. Atau jika mereka mengetahuinya, mereka sering tidak mengerti itu meluas atau menjadi impplikasi ini penting bagi guru, tidak hanya mengetahui kehadiran masalah tersebut, tapi juga membantu anak untuk berjanji dengan ini.

· Untuk pendidik, poin yang penting masalah mengetahui bahwa akademis yang sukses adalah lebih teliti dengan hubungan social, budaya, dan faktor keluarga di banding dengan tingkat pelemahan penglihatan.

Pendidikan dan Teknologi Informasi

Braille

Ini lebih dikenal dengan system penulisan yang diberi nama oleh Louise Braille, ia yang bertanggung jawab atas system yang sekarang ini banyak digunakan. Tapi Braille tidak, akibatnya, penemu: banyak perubahan. System ini berasal dari tangan Charles Barbier, seorang pekerja pada tentara Napoleon Bonaparte. Barbier merencanakan system penulisan dengan mengumpulkan titik yang dapat dibaca dengan menyentuhnya pada saat gelap. Ia memanggilnya Écriture Nocturne. Dengan antusias diterima di Akademi Sains di Prancis pada 1808, tapi ternyata sedikit tidak praktis untk orang buta. Braille disetujuai dari Paris School for Blind, tapi memakan waktu sampai setengah abad unutk menembus Amerika Utara.

Braille adalah metode komunikasi yang dapat diraba. Sel dari satu sampai 6 titik di kertas menggambarkan huruf alfabetis (dan nomor). Meskipun ini sebenarnya menterjemahkan bahasa Inggris Braille, huruf ‘r’ dari dirinya bermaksud ‘rather (agak)’, meskipun ini tidak bisa dipungkiri bahwa Braille lebih mudah dibaca dibanding huruh alphabet, ini masih banyak proses yang lambat dari pada membaca cetak untuk rata-rata pembaca yang rabun.

Siswa dapat memulai belajar braille di kelas 1 sd dan ada teknologi angka yang didapat untuk mereka. Dimulai dengan buku Braille. Braille mempunyai 6 alat kunci tidak seperti mesin tik (menggunakan ruang kelas ketika orang memakai Braille itu harus digunakan menjadi membiasakan diri dari suara). Begitu juga Optacon* yang mengubah percetakan menjadi braille elektronik.

Teknologi bantuan komputer

teknologi bantuan komputer berkelanjutan menghasilkan dasar yang hamper melebihi kapasitas pendidikan khusus yang digunakan secara efektif. Beberapa contoh teknologi yang baru-baru ini –yang di modifikasi secara terus menerus yang ditambahkan- yaitu Versabraille ii+* adalah komputer laptop yang memadukan antara brailler dan teknologi prosesor data Kurzwil Reading Machine* yang mengubah percetakan menjadi dasil audio, Dragon Dictate* prosesor data aktif berbicara, dan Braille Blazer * yang mencetak braille 10-15 karakter per detik.

Seperti yang teks ini tulis, World Wide Web memberikan peralatan seperti internet browser menyebut Zoom Text Xtra dan Windowbridge yang diterjemahkan ikon Windows dan grafis ke kata yang diucapkan**

Bantuan optikal

Guru dan murid yang buta dan rabun saling membantu dengan masih menggunakan alat lai, meskipun itu mungkin sangat sederhana jika dibandingkan dengan teknologi komputer, contoh yang luar biasa dari teknis perasaan yang biasa. Memasukkan hal ini seperti ditimbulkan oleh penggaris dan pita pengukur, jam Braille, peta 3 dimensi, hand-held dan lensa pembesar, pencahayaan khusus dan lain-lain.

Gerakan menolong

Tongkat panjang adalah satu yang paling efektif dan alat yang sederhana yang masih aman, gerakan yang efisien. Penting untuk memeprhatikan itu walaupun digunakan kelihatannya sederhan untuk orang rabun, belajar untuk menggunakannya secara efektif mewajibkan beberapa latihan dan praktik, untuk anak yang masih muda di Connecticut Pre-Cane dapat menghasilkan tapi masih di tingkat dasar untuk membuktikan itu sendiri. (untuk informasi lebih lanjut, lihat Foy, C. J., et all, (1992) Journal of Visual Impairment and Blindness, 86 (4), hal 178-81)

Anjing pemandu di laporkan dari para penggunanya luar biasa berguna sebagai tanda mereka untuk berganti lingkungannya dengan segera, yang mungkin berbahaya, si pemandu mereka sampai situasi yang kompleks. Anjing juga merupakan teman yang baik sekali dan banyak pengguna menggambarkannya penting untuk menghubungkan mereka dengan komunitas social mereka. Penting untuk mengenal bahwa tidak setiap semua orang buta akan mendapat keuntungan dari anjing pemandu. Ada beberapa hal yang kompleks dan rintangan yang mahal untuk mengatasinya. Tidak sedikit Latihan yang diberikan untuk anjing, latihan terus-menerus untuk seseorang dan juga latihan bersama antara orang tersebut dan anjingnya, berharap, hubungan yang harmonis.

Alat elektronik seperti tongkat laser dan pemandu sonic (yang dipasang di kepala) masih dalam tahap percobaan dan sangat mahal harganya.

Penempatan Pendidikan

Makin bertambah, dan diputuskan sukses, siswa yang buta dan rabun bisa mengambil pendidikan di kelas regular. Asisiten khusus boleh dikirimkan oleh spesialis guru pengawas yang memberikan nasehat pada strategi, materi, dan modifikasi kurikulum yang memungkinkan. Beberapa modifikasi mungkin dengan instruksi ynag intens bagaiman untuk mendengar, bagaimana untuk membuat “mental peta berjalan”, dan lain-lain. Asisten tersebut boleh juga mengambil formulir dari salah satu bantuan pendidikan yang didaftrakan diatas, atau mungkin mengkombinasikan bantuan dari beberapa sumber. Seperti dengan semua area lainnya dari pendidikan khusus, mengejar asisten di ruang kelas harus terbukti tak terhingga nilaiinya untuk siswa yang buta dan rabun.

Untuk beberapa siswa, ruangan adalah sumber penempatan mereka. Rencana ini mungkin saran yang lebih bergaransi khusus dari instruksi spesialis mereka yang mungkin dibutuhkan, tapi masih di izinkan pada integrasi tingkat tinggi dengan istirahat dari Sekolah.

spesialis penempatan lainnya, menggunakan keistimewaan untuk siswa yang mengalami masalah ketidakmampuan yang berat, sepenuhnya kelas yang dapat berdiri sendiri, atau pun sekolah residensial yang di buat untuk murid yang buta (dan murid yang buta dan mempunyai kebutuhan khusus lainnya). Pada lingkungan ini, dimana meraka biasanya sangat rendah perbandingan siswa dengan guru, siswa mendapat sekolah regular dengan adaptasi kurikulum yang mereka butuhkan, kira-kira dengan instruksi khusus berhubungan dengan kebutaan mereka.

Strategi untuk di kelas

1. Ini biasanya sangat bermanfaat untuk guru di kelas regular dengan siswa yang buta atau rebun untuk menetapkan praktek dai menetapkan kebiasaan, informal, dan diskusi privat dengan siswa untuk menyusun pengertian khusus dari komunikasi, atau menjelaskan kesalahpahaman, menjadi kebiasaan sehari-hari, dan rencana lain untuk –biasanya sederhana- bantuan khusus untuk siswa yang membutuhkan. Ini waktu yang ideal untuk siswa dan guru untuk belajar dan mengetahui.

2. Ini mungkin menjadi kebutuhan untuk guru yang mendirikan kelas dengan harapan persiapan fisik yang tidak akan berubah, setidaknya untuk periode waktu yang penting. Walaupun ini mungkin kontradiksi dengan gaya guru seperti untuk mengikuti. Ini mungkin menjadi kebutuhan untuk alasan sederhana dari keamanan.

3. Di waktu yang sama ada siswa yang normal membutuhkan untuk pergerakan fisik, untuk menjelajahi, untuk mengembangkan kapasitas dia, sama baiknya membuat untuk merasa dirinya seperti kedua bagian dan terpisah dari lingkungan. Perjanjinan yang bagus dari keahlian profesional adalah tuntutan guru untuk menyatukan kebutuhan ini dengan syarat yang jelas dari keselamatan dan fungsi efisien yang digambarkan diatas. Kunci ungkapannya adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Siswa membutuhkan pengawasan dari kursus, tapi tujuan pokoknya harus tercapai, dengan semua pendidikan khusus, menjadi tidak perlu.

4. Ungkapan penting lainnya adalah berpikiran sehat. Siswa yang rabun contohnya, biasanya akan meminta izin untuk duduk dekat dengan papan tulis, untuk meminjam catatan, untuk meminta siswa lainnya membawa kertas karbon catatan. (tapi luar biasa dibutuhkan tidak menjadi penegasan. Jika siswa lainnya membalut matanya pada aktifitasnya, siswa buta juga akan seperti itu.) Pengeluaran tambahandapat juga memfoto copy untuk seseorang yang tidak dapat melihat layarnya. Siswa yang rabun hampir selalu merespon untuk pencahayaan yang baik. Tambahan waktu mungkin dibutuhkan untuk tes atau variasi aktifitas lainnya. Pintu kelas selalu dibuka penuh atauu ditutup penuh. Nama siswa beserta alamatnya; jika instruksinya cenderung untuk anak lainnya, anak yag buta mungkin otomatis mengikuti ini barang kali dengan hasil sebuah malapetaka. Dari tanda yang sama. Jelas ini memberikan instruksi, fakta-fakta itu meliputi pergerakan dari satu tempat ketempat lainnya. Siswa yang buta tidak dapat mengharapkan kompensasi untuk rintangan ini. Jika mengatakan untuk “datang kesini”, dia mungkin dapat berjalan lurus tanpa memperhatikan bahaya, karena ia percaya kepada gurunya.

5. Guru, asisten, dan siswa rabun juga sering untuk membuat penghargaan dengan gaya nerkomunikasi. Siswa yang buta dan rabun biasanya tidak memperkuat lainnya dengan kontak mata atau ekspresi wajah –fenomena yang membawa sesuatu untuk digunakan di lapisan yang sama, siswa sering mengartikan tempat bagus dinilai dari ekspresi dan nada dari suara guru mereka. Ini dapat dangat penting di situasi yang sama. Juga, ketika orang buta merespon untuk komunikaso dengan diam total, ini mungkin karena ia membawa ini, dan mengartikan isyarat yang terdapat. Ini juga, memerlukan penyesuaian dari guru.

6. Blindisms” adalah jenis kelakuan seperti bergoyang, menggerakkan kepala, menggerakkan tangan dan mengedipkan mata. Banyak pengacata menasehatkan guru dan asisten pendidik dengan sikap mengecilkan hati perilaku ini untuk mereka yang mungkin memisahkan siswa seperti perbedaan yang tidak dapat diperbaiki di jalan yang hanya melebihi menjadi buta.

7. Banyak orang buta tumbuh untuk bergaul dengan aktifitas fisik dengan menjadi pemandu gerak isyarat seperti tepukan dan besar sekali kemungkinan menjadi konotasi negatif untuk beberapa siswa, atau mungkin salah penafsiran (alasan lain untuk biasanya, pertemuan informal). Ketika orang buta menjadi pemandum memperkirakan ia menjadi satu yang mengurus dan mengontrol kontak fisik jangan mengambil tangannya dan menariknya; menyuruh ia memegang tangan anda.

8. Orang buta yang kehilangan arah, membutuhkan posisi diperintahkan untuk memecahkan petunjuk. Jika orang rabun menebabkan untuk menolong orang buta disituasi ini, ini penting membuat orang buta mengeri dimana ia pertama. Pertama-tama ia menghadap di posisi yang terbaik, lalu menjelaskan tentang arah yang dapat ia ikuti. Tambahan pembicaaan ini adalah persoalan dari melindungi ombak salju. Orang buta sering menggambarkan salju seperti “kabut” karena melindungi ombak salju merekomendasikan mereka untuk menggunakan arah dari posisi mereka. Itu mengikuti kemudian mereka akan sering membutuhkan banyak asisten di musim dingin.

9. Teman baik yang bijaksana di kelas atau pengacara selalu membantu, tapi ini menjadi tidak wajar karena merupakan rencana yang panjang,

10. Barang kali satu peran yang paling pneting adalah permainan guru di ruang kelas menjadi pemimpindengan sikap yang positif (peran krusial di banyak kasus). Siswa rabun akan mengambil siyarat mereka dari guru mereka di determinasi untuk mencapianya dan hubungan luas dengan siswa buta di tengah mereka. Menerima atmosfer untuk situasi siswa ini, dengan harapan yang realistis, akan membangun penghargaan tersendiri, perasaan yang sukses, dan kerelaan ia untuk di jalan utama untuk menjaid dewasa dari semua siswa dikelas.

Pekerjaan Kelas Tentang Masalah Penglihatan yang Mungkin Terjadi

Meskipun diagnosis terakhir tentang masalah penglihatan murid –ataupun keadaannya- tentu saja akan menjadi determinasi dari optomeris atau ophthamologis, guru, dan asisten pendidik dapat memainkan peranan penting pada deteksi awal. Saat ini biasanya banyak kejadian pada awal kelas, guru dari siswa yang lebih tua sebaiknya tidak melarang diri mereka sendiri sejak mengidap penyakit mata dan penglihatan yang melemah dapat memulai pada tingkat selanjutnya di kehidupan dan dengan cepat tumbuh dengan serius. Banyak ciri khas di pekerjaan kelas, terutama jika mengamati tiap waktu, kekuatan menyatakan sungguhan atau perusakan potensial penglihatan.

1. Pertunjukkan mata

Satu mata terbuka dan tertutup di setiap saat?

Mata memerah atau menutup?

Menutup kelopak mata?

Air mata secara berlebihan?

2. Keluhan dari para murid

Sakit kepala di dahi atau pelipis?

Mata panas atau bergerak setelah membaca atau belajar?

Bosan atau pusing?

Penglihatan buram atau bergerak setelah membaca sebentar?

3. Tanda-tanda kelakuan dari masalah penglihatan

Kepala berputar saat membaca halaman yang melintang?

Sering kehilangan tempat pada saat membaca?

Membutuhkan jari atau tanda untuk menjaga tempat?

Memiringkan kepala secara ekstrim ketika bekerja di meja tulis?

· Membaca kembali atau melewati baris tanpa sadar?

· Sering kali juga menghilangkan atau mengganti kata-kata?

· Mengeluh melihat ganda (diaplopia)?

· Membedakan nomor kolom secara tetap?

· Kedipan, tutup, atau menutupi satu mata?

· Terus menerus melihat penyimpangan sikap?

· Menghadapi pekerjaan dengan luar biasa?

· Penempatan kata yang kacau atau menggambar di halaman?

· Kedipan secara berlebihan saat bekerja?

· Kedipan untuk menghapus papan tulis setelah tugas yang dekat?

· Memegang buku dengan teliti?

· Menghindari semua kemungkinan dekat-tengah tugas?

· Menutup atau menutupi satu mata ketika membaca?

· Mengedipkan mata untuk melihat papan tulia?

· Mengucek mata adalah hal yang terbaik?

Menjadi orang yang buta: karangan Ginny de V

“.. Yang membuat saya sampai pada kedewasaan untuk menyadari bagaimana banyak orang melihat berbicara masing-masing dengan badannya –menurut saya- saya masih tidak benar0benar melihat itu, tapi saya lebih sensitive untuk itu sekarang saya yang tahu. Kamu melihat saya selalu berbicara banyak –dapatkah kamu mengatakannya?- dan waktu yang paling banyak saya hanya melanjutkannya sampai seseorang memberhentikan saya –baiklah, apakah kamu yang akan melakukannya?

Bagaimana pun juga saya tidak mengerti bahwa orang yang melihat mempunyai semua jalan ini untuk berkata “diam” tanpa benar-benar menegaskannya –kamu tahu? Sama- mereka menolak, atau mereka berdiri tiba-tiba. Kesanggupan seperti itu. Saya tidak pernah menafsirkan bahwa ‘diam’ ketika saya tahu itu terjadi, sampai seseorang mengatakan kepada saya tentang itu terjadi. Saya sengan jika saya lebih dahulu yang mengatakannya. Itu membantu untuk tahu. Itu satu dari banyak hal mengenai menjadi orang yang buta. Setiap orang tidak membutuhkan itu. Kami juga manusia. Kami juga akan mengatakan diam hanya seperti yang setiap orang lain. Menurut saya.

Untuk diskusi: Kasus lori

Ketika ia berusia tiga tahun, lori jatuh dari dermaga di pondok keluarga di Muskoka. Tak seorang pun melihat hal itu terjadi karena sangat bising barbeque ini menduduki perhatian para orang dewasa dan sebagian besar anak-anak lain. Akibatnya, lori berada di dalam air untuk apa yang kemudian diperkirakan sekitar tiga menit. Dia tidak sadar ketika diselamatkan tetapi merespon segera untuk resusitasi. Namun demikian, kedua orangtuanya dan guru sekolah TK yang terutama waspada itu jatuh, karena sepertinya lori menabrak sesuatu dan jatuh di atas teman-temannya jauh lebih sering daripada yang tampak normal untuk usianya. Guru dan orang tua mencurigai bahwa insiden hampir tenggelam mungkin menyebabkan beberapa yang belum unspecified cedera otak.
Kecurigaan itu diberi fokus diubah dua tahun kemudian oleh seorang guru taman kanak-kanak yang sangat teliti dan pendidikan yang sama asisten cerdas. Setelah minggu pertama sekolah, baik instruktur mulai untuk menjaga suatu "peristiwa jurnal" di lori, tidak secara khusus perilaku-perilaku yang menunjukkan bahwa visi lori telah merusak. Dalam waktu sepuluh hari mereka berdua yakin bahwa mereka mahasiswa muda menggunakan visi periferal untuk mencapai apa yang siswa lain lakukan dengan berfokus pada wajah. Sebuah konferensi dengan orang tua lori menyebabkan kunjungan dengan ophtamologist dan kemudian, konfirmasi tentang apa yang dua curiga: bahwa lori degenerasi makula.
Cepat berpikir yang cermat oleh lori guru TK dan pendidikan asisten, membuat perbedaan besar dalam hidupnya. Degenerasi makula biasanya berarti bahwa individu telah kabur atau pusat tertutup-of-field visi, sementara mempertahankan beberapa visi di pinggir lapangan. Sangat sering hal itu bersifat progresif dan meningkat dari waktu ke waktu. Intervensi awal dalam kasus lori berarti bahwa ia dapat menerima pelatihan khusus pada waktu yang sangat penting dalam pembangunan. Lori rata-rata di atas-menyatakan dgn tegas-kemampuan umur, dan apa yang setiap orang dewasa dalam hidupnya panggilan "keberanian profil tinggi", bersama dengan latihan, berarti bahwa ia adalah kemajuan cukup lancar melalui delapan tahun ke depan karir sekolahnya. Dia berada di kelas biasa di lingkungan sekolah untuk kali ini.
Sekarang, di kelas tujuh, masalah telah muncul. Kondisi lori telah memburuk dari waktu ke waktu sehingga pada dasarnya, ia telah kehilangan seluruh penglihatannya. Untuk keperluan pendanaan, dia telah diidentifikasi sebagai buta secara hukum selama beberapa tahun sekarang. Semua ini telah menyangkal partisipasi penuh dalam semua aktivitas kelas, sesuatu yang ia dan orangtuanya bersikeras, meskipun dia "kecelakaan" mengalami peningkatan dalam jumlah dan keseriusan-paling baru-baru ini lengan yang patah olahraga ketika dia melewatkan satu paralel bar selama rutin dilakukan terhadap dirinya keinginan guru olahraga. Kesulitan lain telah muncul juga. Lori berada di band sekolah, tapi dia angka drop out dari band ini kini telah mencapai tingkat krisis. Karena insiden selama perjalanan bidang ilmu pengetahuan alam tahun terakhir (lori jatuh di atas sebuah tanggul dan menarik dua siswa dengan dia; tidak ada yang terluka. Tahun ini, cross-country ski perjalanan (yang overnighter) tidak dapat sukarela orangtua cukup menarik supervisor dan dapat dibatalkan.
Pertemuan lori guru, asisten dan orang tua telah dipanggil untuk minggu depan oleh pejabat sekolah. Agenda menetapkan secara khusus mengesampingkan masalah hukum yang terlibat. Apa pemerintah ingin membicarakan adalah apa yang terbaik untuk lori dan teman-teman sekolahnya dalam hal pendidikan dan pembangunan sosial. Program nya harus dibatasi?



* nama merk yang digunakan di deskripsi ini. Informasi lebih lanjt mengenai ini dan teknologi lainnya didapatkan dari provincial dan menteri kesehatan di daerh

** Industri di Kanada yang mempunyai komunitas akses program untuk membantu dengan akses ke internet. Program iini terutama sangat membantu meneliti mengenai kebutaan. Pendidik boleh berkeinginan untuk mencoba ini di situs http://cap.unb/ca